Tuesday, October 21, 2014

Alhamdulillah Saya Tidak Ikut Memilih Jokowi



Pesta rakyat itu ternyata adalah pesta jokowi bukan pesta rakyat karena semua makanan yang disediakan dan konsert dibayar oleh team jokowi menurut laporan media, Kontras, Fitra dan sebagainya. Untuk makan saja pedagang bakso itu susah, apalagi mau memberi makan ratusan orang secara gratis menurut berbagai sumber.
Dihari pertama pelantikan jokowi, disambut dengan pesta, bukan dengan kerja dan keseriusan demi mengemban amanah yang berat. Pesta rakyat dilanjutkan dengan mencemooh SBY oleh massa hasil revolusi mentalnya jokowi PDIP. Sebelumnya massa jokowi PDIP juga melakukan tindakan syirik dan kurang ajar dengan acara ruwetannya didepan rumah Prof. Dr. Amin Rais. Belum lagi ancaman people power, ramalan disabotase, survey abal-abal, laporan kompas, tempo, detik yang memihak jokowi dan berbagai kesesatan lainnya.
Pesta dugem dilanjutnya dengan kerusakan moral, banyak remaja mengkonsumsi minuman beralkohol. Sebuah laporan juga menemukan banyaknya kondom bekas di lokasi. Pohon dan rumput rusak, monas menjadi lautan sampah dan ahok diam dan adem-adem saja.
Semua ini tentu saja berbeda disaat massa Prabowo merusak taman kota disekitar KPU. Jokowi yang melarang takbiran yang sama sekali tidak merusak, tidak ganas dan sangat tertib.
Mana Yang Lebih Banyak datang tanpa embel2 konsert dan makan gratis dan mana yang lebih tertib antara massa PDIP jokowi dengan PKS? Saya pendukung massa PKS dalam hal ini..