Wednesday, October 14, 2015

Bela Negara Adalah Ide Sontoloyo Menurut Netizen

Dengan alasan agar gojek dan ojek tidak bertengkar, maka semua rakyat wajib ikut program bela negara. Sebuah analogi yang tidak masuk akal dan mengada-ada, demi mendapatkan sebuah proyek yang besar dan mahal oleh tentara yang selama setelah reformasi 1998 kerja mereka hanya terkesan sebagai siap grak, pushup, lari dan terima gaji tiap bulan dari uang rakyat. Mengapa tidak yang bermasalah saja yang menjadi fokus target bela negara seperti tahanan dalam penjara, ojek dan gojek, preman pasar, pendukung sepak bola, tentara dan polisi yang masih sering bertengkar dan perang menggunakan senjata yang dibeli dari uang rakyat untuk menciptakan pertahanan dan keamanan negara tetapi saling bunuh antara sesama anak negeri?
Bela negara akan menjadi proyek besar dan menghabiskan banyak APBN disaat banyak lagi yang perlu menjadi perhatian di negara ini seperti rumah sakit, sekolah, jalan, listrik, air bersih, telepon dan sebagainya.
Namun bahagia rasanya membaca komentar netizen diberbagai media yang semakin cerdas menanggapi idea program negara yang diajukan oleh Menteri Pertahanan yang diikuti dengan kalimat ancaman angkat kaki dari NKRI jika tidak mau bela negara”. Emang negara ini punya siapa??? Punya tentara? Punya jokowi? Punya PDIP?
Dalam konsep demokrasi kalimat itu sudah makar dan bertentangan dengan konsep trias politica yang membagi kuasa eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Di awal kemerdekaan rakyat secara atomatis ikut berjuang mati-matian membela negara, lalu sebahagian mereka diangkat menjadi tentara rakyat TR. Waktu itu belum ada tentara dan di awal kemerdekaan justeru banyak di antara tentara itu adalah mereka yang sebelumnya menjadi tentara Belanda dan Jepang.
Siapakah yang pernah berontak pada negara? Siapakah yang dulunya pernah terlibat dalam PKI? Siapa yang digaji untuk membela negara dan menciptakan keamanan tetapi sering berantam dan perang antara korp yang satu dengan yang lainnya?. Institusi mana yang tidak transparans dan tidak terbuka dalam anggaran dan kerja? Mereka inilah sebenarnya yang perlu dan wajib menjalani program bela negara ini.
Idea bela negara dianggap netizen sebagai mengada-ada disaat negara ditimpa bencana asap yang tidak saja membunuh anak negeri tetapi juga menyusahkan dan merugikan ekonomi negara tetangga.
Banyak netizen yang menilai bahwa ide bela negara adalah akal-akalan untuk mendapatkan anggaran dari uang rakyat (APBN) yang sebenarnya banyak lagi yang perlu diperhatikan seperti infrastruktur, rumah sakit, sekolah dan sebagainya.
Belum lagi dengan idea gila dari partai penguasa yang bermaksud merevisi Undang-undang KPK. Ingin membonsai institusi, mengkebiri KPK disaat pengangguran, kemiskinan, kriminal dan kejahatan semakin nyata mengancam.
Banyak lagi yang menjadi prioritas negara ini daripada membuat idea-ide gila yang tidak masuk akal yang ujung-ujungnya pemubaziran uang rakyat.
Idea ini juga dianggap netizen supaya kelihatan seolah-olah tentara bekerja dan tidak hanya siap grak, pushup, lari dan terima gaji tiap bulan.
Bela negara itu apabila setiap institusi negara seperti polisi dan tentara transparans dan terbuka dalam anggaran dan kerja. Apabila korupsi diperangi, apabila perusahaan asing seperti Freeport, exon, harun dimilik negarakan, mengutamakan tenaga kerja peribumi dari tenaga kerja yang diimport dari asing seperti Cina. Apabila pemimpin yang menipu rakyat dengan 1001 janji kosong dan palsu di adili.. Inilah sebenarnya yang perlu menjadi objek bela negara, bukan rakyat yang untuk makan saja susah, apalagi disuruh memikirkan masalah yang tidak penting.
Banyak yang mengatakan bahwa ide bela negara ini mirip gerakan PKI, di mana orang-orang yang tidak cerdas (tentara) harus menjadi pemimpin dalam menentukan arah tujuan bangsa ini.
Bahkan ada kritikan pedas yang berbunyi;
Bela negara itu.. APBN utang lagi ke Cina?
Bela negara itu.. bela-belain PKI?
Bela negara itu.. membiarkan kecurangan Pilpres?
Bela negara itu.. diam-diam memperpanjang kontrak dengan Freeport?
Bela negara itu.. menjual aset negara seperti BUMN?
Bela negara itu.. menjual pulau ke asing?
Bela negara itu.. menghabisi, membonsai, mengkebiri KPK?
Bele negara itu.. menaikkan gaji dan tunjangan pejabat?
Bela negara itu..membiarkan PHK dan mendatangkan pekerja asing dari Cina?
Bela negara itu.. mengurangkan subsidi rakyat?
Bela negara itu.. programmer revolusi mental?
Bela negara itu.. lambat menangani korban asap?
Bela negara itu.. lebih akrab dengan para cukong daripada mendengar suara rakyat?
Bela negara itu.. banyak import bahan pangan daripada memberdayakan petani?
Bela negara itu.. pengampunan koruptor kelas kakap?
Tidak ada negara yang maju karena kuatnya monopoli tentara dan polisi di dunia ini. Ini karena secara SDM mereka sangat lemah rata-rata SMA dan lebih mengutamakan otot dari otak. Negara yang maju terbukti adalah negara yang dipimpin oleh sivil yang cerdas tanpa campur tangan dan intervensi polisi dan tentara.

Betul kata-kata Pak JK.. bisa hancur negara ini jika jokowi jadi Presiden. Solusinya rezim ini harus diakhiri secepatnya agar ide-ide gila dan kehancuran negara bisa dihentikan secepatnya. Semoga