Thursday, October 23, 2014

Beda Perhimpunan Rakyat Jokowi dengan PKS dan FPI

Total daftar pemilih yang tidak memilih Jokowi adalah 119, 309.301 juta rakyat atau mayoritas rakyat Indonesia daftar pemilih, tidak memilih Jokowi dengan kelebihan 48,311,468. Menurut data KPU terdapat 70, 997.833 rakyat yang memilih pasangan Jokowi-JK. Sementara 62,576.444 rakyat memilih pasangan Prabowo-Hatta dan 56, 732.857 rakyat golput alias tidak memilih salah satu dari kedua capres.
Dibalik eforia pendukung jokowi yang hanya minoritas rakyat Indonesia itu, terdapat perbedaan yang menjolok antara karakter revolusi mental pendukung jokowi dengan pendukung ormas Islam yang jumlahnya tidak kurang banyaknya.
Foto dibawah ini adalah massa Partai Keadilan Sejahtera yang datang dari berbagai tempat yang jauh dengan biaya sendiri semata-mata hanya memberikan dukungan pada partainya dan di gelora bung karno dan hanya untuk mendengarkan ceramah. Massa PKS datang dengan tertib dan pulang dengan tertib dengan masing-masing memungut sampah yang ada disekitar masing-masing.
Massa Front Pembela Islam (FPI) yang tidak kurang banyaknya dari rakyat jokowi juga datang dengan biaya sendiri, atas inisiatif sendiri dengan satu tujuan yaitu memberikan dukungan pada cita-cita dan tuntutan ormasnya. Walaupun berkali-kali difitnah dan dibusukkan terutamanya oleh media-media yang anti Islam, namun dihadapan hukum mereka tetap menang di negara hukum bernama Indonesia.

Perlu diketahui bahwa untuk ukuran rakyat Indonesia yang mana tingkat pendidikannya masih lemah yang dimiskinkan oleh penjajah ekonomi orang asing, orgen tunggal saja sudah cukup untuk mengumpulkan orang banyak. Belum lagi pembagian daging kurban, zakat yang hanya sedikit tetapi rakyat berani menempuh resiko dengan berlakunya korban jiwa dibeberapa kasus

 
Sengaja saya jarakkan, agar tidak ketularan penyakitnya, Dibawah ini adalah massa revolusi mental atau rakyat jokowi yaitu sebagian kecil rakyat Indonesia atau minoritas pemilih tetap yang datang karena embel-embel konsert gratis yang biasanya masyarakat harus bayar mahal untuk menonton konsert tersebut. Kedatangan mereka juga diumpan oleh bakso dan makanan gratis yang dibayar oleh team jokowi tetapi dikatakan sumbangan rakyat padahal bohong menurut sejumlah orang. Kumpulan ini menjadi pesta dugem, minuman keras, merusak moral anak muda, menyisakan sampah dan merusak taman kota Jakarta


Banding dan Fikirkanlah bahaya pesta laknat ini untuk anak cucu kita akan datang...