Monday, July 11, 2016

Gerakan Melahirkan Kepimpinan Cerdas Dunia Islam

Gerakan Melahirkan Kepimpinan Cerdas Dunia Islam
Pendahuluan
Majoriti negara Muslim saat ini dipimpin oleh Muslim yang tidak cerdas, tidak amanah, tidak adil, tidak jujur, yang mengakibatkan meningkatnya rasuah, kemiskinan, pengangguran, jenayah di kalangan negara orang Islam.
Kepimpinan Nabi Muhammad SAW ditandai dengan empat sifat iaitu; benar, menyampaikan, amanah dan cerdas. Sementara para filsuf Yunani kuno memandang pentingnya kepimpinan intelektual, cendekiawan, filosof dalam sebuah negara.
            Ciri dan asas dalam urus tadbir baik yang dikemukakan oleh United Nations Development Program (UNDP) adalah; penyertaan, kekuasaan hukum, transparensi, kebertanggungjawaban, orientasi konsensus, persamaan, efektif dan efisien, akauntabiliti dan strategik.

Latar Belakang Masalah
Di negara-negara Muslim, calon pemimpin yang cerdas selalu disingkirkan, diperangi bahkan dibunuh seumpama Dr. Mursi, Hasan al-Banna, Natsir, Burhanuddin Helmy dan sebagainya. Demokrasi hanya melahirkan pemimpin yang tidak berkualitas, tidak berintegritas bahkan tidak layak menjadi seorang pemimpin. Namun hasil dari kelicikan, tipu daya, politik wang dan dukungan pemilik modal kerana akan memperjuangkan mereka nantinya, itulah yang akan menjadi pemimpin. Akibatnya mayoritas negara orang Islam dipimpin oleh Muslim yang lemah sumber manusianya, sementara Muslim yang berkualiti intelektual cendekiawan akan menjadi penghuni penjara, mangsa fitnah, korban pembunuhan karakter dan karier politik mereka
Kekuatan otot melalui peperangan adalah simbol diplomasi zaman kuno, makanya Laksamana Cheng Ho, Kepala Perang Hang Tuah, Pimpinan Tentera Gajah Mada lebih dikenal dari rajanya pada masa itu.
Kecerdasan otak adalah ciri diplomasi zaman modern. Makanya negara maju lebih mengutamakan pembangunan sumber manusia daripada sumber ketenteraan. Tentera dan Polis tidak diberi peluang untuk membentuk dominasi apalagi intervensi.
Ini bererti bahawa sebuah negara harus di bangun di atas dasar pondasi ilmu, para pemikir, intelektual, cendekiawan, otak. Bukan atas dasar otot, isi kepala tentara, polisi, artis, tokoh pencitraan media dan mereka yang lemah sumber manusia lainnya.
Kuatnya campur tangan tentera dan polis dalam negara-negara Muslim seperti Indonesia, Mesir, Irak, Syiria dan sebagainya menjadi antara penyebab mundurnya negara-negara umat Islam tersebut. Padahal Tentara dan Polisi hanyalah ibarat satpam dalam mall, perusahaan, pabrik. Tugasnya hanyalah mengamankan tanpa perlu intervensi. Berjuang supaya orang merasa nyaman datang dan berada dalam mall tersebut atau supaya pekerja merasa nyaman dan tenteram bekerja dalam perusahaan atau pabrik tersebut
            Negara yang baik pula adalah negara yang memiliki data bukan negara yang penuh dengan opini seperti Indonesia dan sebagainya. Mengenal apa masalah, bagaimana jalan keluar dan mendata persentase tingkat keberhasilannya setiap tahun.
           
Bentuk Gerakan
Gerakan akan dimulai dalam media sosial seperti melalui facebook, twitter, whatsapp, blog dan sebagainya. Sistem kerjanya ialah dengan cara membuat semacam kempen calon Presiden, Perdana Menteri, alternatif terbaik yang cerdas tanpa mengira dari parti mana ia berasal. Gerakan akan merekomendasikan seorang bahkan lebih calon pemimpin cerdas dengan beberapa pilihan alternatif dan kualiti yang ditentukan.
Batas Gerakan

Gerakan ini tidak mengganggu negara-negara yang sudah mapan tahap kemakmuran warganegaranya seperti Brunei, UEA, Bahrain dan sebagainya. Namun kepada pemimpin negara tersebut kita beri dorongan agar menempatkan orang-orang cerdas dalam kabinet kerajaan mereka.